Daftar Blog Saya

Daftar Blog Saya

Daftar Blog Saya

Selasa, 27 Mei 2014

MANAJEMEN INDUSTRI


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Manajemen
      1.   Pengertian Manajemen
Kata manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno menagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Kata manajemen mungkin berasal dari bahasa Italia (1561) maneggiare yang berarti “mengendalikan,” terutamanya “mengendalikan kuda” yang berasal dari bahasa latin manus yang berati “tangan”. Kata ini mendapat pengaruh dari bahasa Perancis manege yang berarti “kepemilikan kuda” (yang berasal dari Bahasa Inggris yang berarti seni mengendalikan kuda), dimana istilah Inggris ini juga berasal dari bahasa Italia. Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi menagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.
Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.
Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir dan sesuai dengan jadwal.Istilah manajemen, terjemahannya dalam bahasa Indonesia hingga saat ini belum ada keseragaman.
Lawrence A. Appley mendefinisikan manajemen sebagai keahlian untuk menggerakan orang untuk melakukan suatu pekerjaan.
Oey Liang Gie seorang guru besar manajemen UI mendefinisikan manajemen sebagai seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengontrolan dari pada human and natural resources untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu.
George R. Terry, Ph.D mendefinisikan manajemen sebagai proses yang khas yang terdiri dari tindakan-tindakan : perencanaan, pengorganisasian, menggerkan dan pengawasan yang dialkukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia serta sumber-sumber lain
Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa manajemen adalah suatu keadaan terdiri dari proses yang ditunjukkan oleh garis yang mengarah kepada proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian, yang mana keempat proses tersebut saling mempunyai fungsi masing-masing untuk mencapai suatu tujuan organisasi.
2.      Fungsi Manajemen
Sampai saat ini, masih belum ada kesepakatan baik di antara praktisi maupun di antara teoritis mengenai apa yang menjadi fungsi-fungsi manajemen. Berbagai pendapat mengenai fungsi-fungsi manajemen akan tampak jelas dikemukakan beberapa penulis seperti di bawah ini :
a.       Louis A. Allen : Leading, Planning, Organizing, Controlling.
b.      Prajudi Atmosudirdjo : Planning, Organizing, Directing, atau Actuating dan Controlling.
c.       John Robert B., Ph.D : Planning, Organizing, Commanding dan Controlling.
d.      Henry Fayol : Planning, Organizing, Commanding, Coordinating, Controlling.
e.       Luther Gullich : Planning, Organizing, Staffing, Directing, Coordinating, Repor-ting, Budgeting.
f.       Koontz dan O’Donnel : Organizing, Staffing, Directing, Planning, Controlling.
g.      William H. Newman : Planning, Organizing, Assem-bling, Resources, Directing, Controlling.
h.      Dr. S.P. Siagian., M.P.A : Planning, Organizing, Motivating dan Controlling.
i.        William Spriegel : Planning, Organizing, Controlling
j.        Lyndak F. Urwick : Forecasting, Planning Orga-nizing, Commanding, Coordina-ting, Controlling.
k.      Dr. Winardi, S.E : Planning, Organizing, Coordi-nating, Actuating, Leading, Co-mmunication, Controlling.
l.        The Liang Gie : Planning, Decision making, Directing, Coordinating, Control-ling, Improving.
m.    James A.F.Stoner : Planning, Organizing, Leading dan Controlling.
n.      George R. Terry : Planning, Organizing, Staffing, Motivating dan Controlling.
Dari beberapa pendapat para penulis di atas dapat dikombinasikan, fungsi-fungsi manajemen adalah sebagai berikut:
a.       Planning
Planning atau perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan.
b.   Organizing
Organizing (organisasi) adalah dua orang atau lebih yang bekerja sama dalam cara yang terstruktur untuk mencapai sasaran spesifik atau sejumlah sasaran.
c.       Leading
      Pekerjaan leading meliputi lima kegiatan yaitu :
1.    Mengambil keputusan
2.    Mengadakan komunikasi agar ada saling pengertian antara manajer dan bawahan.
3.    Memeberi semangat, inspirasi dan dorongan kepada bawahan
d.      Directing / Commanding
Directing atau Commanding adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan usaha memberi bimbingan, saran, perintah-perintah atau instruksi kepada bawahan dalam melaksanakan tugas masing-
masing, agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan benar-benar tertuju pada tujuan yang telah ditetapkan semula.
e.       Motivating
Motivating atau pemotivasian kegiatan merupakan salah satu fungsi manajemen berupa pemberian inspirasi, semangat dan dorongan kepada bawahan, agar bawahan melakukan kegiatan secara suka rela
sesuai apa yang diinginkan oleh atasan.
f.       Coordinating
Coordinating atau pengkoordinasian merupakan salah satu fungsi manajemen untuk melakukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan, percekcokan, kekosongan kegiatan, dengan jalan
menghubungkan, menyatukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan sehingga terdapat kerja sama yang terarah dalam upaya mencapai tujuan organisasi.
g.      Controlling
Controlling atau pengawasan, sering juga disebut pengendalian adalah salah satu fungsi manajemen yang berupa mengadakan penilaian, bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa yang dilakukan
bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan maksud dengan tujuan yang telah digariskan semula.
h.      Reporting
Reporting adalah salah satu fungsi manajemen berupa penyampaian perkembangan atau hasil kegiatan atau pemberian keterangan mengenai segala hal yang bertalian dengan tugas dan fungsi-fungsi kepada pejabat yang lebih tinggi.
i.        Staffing
Staffing merupakan salah satu fungsi manajemen berupa penyusunan personalia pada suatu organisasi sejak dari merekrut tenaga kerja, pengembangannya sampai dengan usaha agar setiap tenaga memberi daya guna maksimal kepada organisasi.
j.        Forecasting
Forecasting adalah meramalkan, memproyeksikan atau mengadakan taksiran terhadap berbagai kemungkinan yang akan terjadi sebelum suatu rancana yang lebih pasti dapat dilakukan.
3.      Tingkatan Manajemen
Tingkatan manajemen dalam organisasi akan membagi tingkatan manajer menjadi 3 tingkatan :
a.       Manajer lini garis-pertama (first line) adalah tingkatan manajemen paling rendah dalam suatu organisasi yang memimpin dan mengawasi tenaga-tenaga operasional dan mereka tidak membawahi manajer yang lain.
b.      Manajer menengah (Middle Manager) adalah manajemen menengah dapat meliputi beberapa tingkatan dalam suatu organisasi. Para manajer menengah membawahi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan para manajer lainnya kadang-kadang juga karyawan operasional.
c.       Manajer Puncak (Top Manager) terdiri dari kelompok yang relative kecil, manager puncak bertanggung jawab atas manajemen keseluruhan dari organisasi.
B.     Industri
1.      Pengertian Industri
Industri adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan. Usaha perakitan atau assembling dan juga reparasi adalah bagian dari industri. Hasil industri tidak hanya berupa barang, tetapi juga dalam bentuk jasa.
2.      Jenis-Jenis Industri
a.   Jenis/macam-macam industri berdasarkan tempat bahan baku
1.   Industri ekstraktif
      Industri ekstraktif adalah industri yang bahan baku diambil langsung dari alam sekitar. Misalnya pertanian, perkebunan, perhutanan, perikanan, peternakan, pertambangan dan lain lain.
    1. Industri nonekstaktif
Industri nonekstaktif adalah industri yang bahan baku didapat dari tempat lain selain alam sekitar.

    1. Industri fasilitatif
      Industri fasilitatif adalah industri yang produk utamanya adalah berbentuk jasa yang dijual kepada para konsumennya.
Misalnya asuransi, perbankan, transportasi, ekspedisi dan lain sebagainya.
b.   Golongan/macam industri berdasarkan besar kecil modal
1.   Industri padat modal adalah industri yang dibangun dengan modal yang jumlahnya besar untuk kegiatan operasional maupun pembangunannya
2.   Industri padat karya adalah industri yang lebih dititik beratkan pada sejumlah besar tenaga kerja atau pekerja dalam pembangunan serta pengoperasiannya.
c.   Jenis-jenis industri berdasarkan klasifikasi atau penjenisannya
1.   Industri kimia dasar  misalnya industri semen, obat-obatan, kertas, pupuk dan lain sebagainya.
2.   Industri mesin dan logam dasar misalnya seperti industri pesawat terbang, kendaraan bermotor, tekstil dan lain-lain.
3.   Industri kecil misalnya industri roti, kompor minyak, makanan ringan, es, minyak goreng curah dan lain-lain.
4.   Aneka industri misalnya industri pakaian, industri makanan dan minuman, dan lain-lain.


d.   Jenis-jenis/macam industri berdasarkan jumlah tenaga kerja
1.   Industri rumah tangga adalah industri yang jumlah karyawan/tenaga kerja berjumlah antara 1-4 orang.
2.   Industri kecil adalah industri yang jumlah karyawan/tenaga kerja berjumlah antara 5-19 orang.
3.   Industri sedang atau industri menengah adalah industri yang jumlah karyawan/tenaga kerja berjumlah antara 20-99 orang.
4.   Industri besar adalah industri yang jumlah karyawan/tenaga kerja berjumlah antara 100 orang atau lebih.
e.   Pembagian/penggolongan industri berdasakan pemilihan lokasi
1. Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada pasar (market oriented industry) adalah industri yang didirikan sesuai dengan lokasi potensi target konsumen. Industri jenis ini akan mendekati kantong-kantong di mana konsumen potensial berada. Semakin dekat ke pasar akan semakin menjadi lebih baik.
2. Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada tenaga kerja/labor (man power oriented industry) adalah industri yang berada pada lokasi di pusat pemukiman penduduk karena bisanya jenis industri tersebut membutuhkan banyak pekerja/pegawai untuk lebih efektif dan efisien.
3. Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada bahan baku (supply oriented industry) adalah jenis industri yang mendekati lokasi di mana bahan baku berada untuk memangkas atau memotong biaya transportasi yang besar.
f.    Macam-macam/jenis industri berdasarkan produktifitas perorangan
1.   Industri primer adalah industri yang barang-barang produksinya bukan hasil olahan langsung atau tanpa diolah terlebih dahulu
Misalnya hasil produksi pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan dan sebagainya.
2.   Industri sekunder adalah industri yang bahan mentah diolah sehingga menghasilkan barang-barang untuk diolah kembali.
Misalnya pemintalan benang sutra, komponen elektronik dan sebagainya.
3.   Industri tersier adalah industri yang produk atau barangnya berupa layanan jasa. Misalnya seperti telekomunikasi, transportasi, perawatan kesehatan dan masih banyak lagi yang lainnya.
C.    Manajemen Industri
Manajemen industri adalah bidang keahlian yang memanfaatkan pendekatan teknik industri untuk penciptaan dan peningkatan nilai sistem usaha melalui fungsi dan proses manajemen dengan bertumpu pada keunggulan sumber daya insani dalam menghadapi lingkungan usaha yang dinamis.
Manajemen dibutuhkan apabila terdapat sekelompok orang yang saling bekerja sama dalam suatu wadah (organisasi) untuk mencapai tujuan bersama. Secara fungsional suatu organisasi mempunyai persamaan yang mendasar dalam hal pengelolaannya sehingga membutuhkan manajemen. Suatu organisasi dapat dikatakan sebagai industri apabila organisasi tersebut menghasilkan sesuatu yang diolah untuk mendapatkan keuntungan.
Seorang pimpinan organisasi atau manajer dituntut untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam bidang manjemen sehingga diharapkan mampu mengaplikasikan ilmunya pada situasi dan kondisi yang tepat guna mencapai tujun secara efektif dan efisien.
1.      Kompetensi Manajer
Seorang manajer dituntut memiliki kompetensi yang meliputi pengetahuan, keterampilan dan etika. Pengetahuan meliputi bidang teknis dan bidang manajerial. Seorang manajer harus memahami proses bisnis yang dipimpinnya dan mempunyai pengetahuan tentang bidang manajerial agar mampu menjalankan organisasi atau perusahaan dengan baik. Pengetahuan dapat diperoleh dari pendidikan formal (sekolah atau kuliah) maupun pendidikan non formal (kursus, pelatihan dan magang). Selain pengetahuan, seorang manajer harus mempunyai keterampilan atau skill baik dalam bidang teknis maupun keterampilan mengelola organisasi. Keterampilan membutuhkan jam terbang, sehingga diperlukan ketekunan dan kerja keras seorang manajer untuk menjadi manajer yang baik. Selain pengetahuan dan keterampilan, seorang manajer juga dituntut memiliki etika profesi dalam menjalankan bisnis sesuai dengan kaidah atau hukum dan aturan yang berlaku.
Setup jenjang manajemen membutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang berbeda. Manajer puncak lebih membutuhkan kemampuan konseptual diabanding kemampuan teknis. Manajer menengah membutuhkan kemampuan konseptual dan teknis secara berimbang sedangkan manajer tingkat bawah lebih membutuhkan keterampilan teknis. Ketiga jenis manajer tersebut membutuhkan kemampuan hubungan manusiawi yang kurang lebih sama besarnya. Dengan kemampuan yang baik diharapkan manajer dapat melakukan tugasnya dengan baik, sehingga tujuan organisasi yang tercantum dalam visi dan misi organisasi dapat dicapai dalam waktu yang tidak terlalu lama.
            Kompetensi manajer dapat dikelompokkan menjadi :
a.       Management Skill
Kemampuan manajemen merupakan kemampuan dalam menerapkan fungsi-fungsi manajemen (planning, organizing, actuating, leading, staffing, coordinating, commanding, budgeting and controlling) dan kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang muncul.
b.      Technical Skills
Kemampuan teknis merupakan kemampuan dalam menggunakan alat, termasuk alat bantu (tools), menerapkan prosedur operasional standar dan pengetahuan teknik yang berkaitan dengan bidang kerja. Manajer harus memiliki keahlian yang cukup dalam bidang kerjanya.

c.       Human Skills
Kemampuan manusiawi merupakan kemampuan untuk bekerjasama dengan orang lain dan memotivasi orang lain baik sebagai individu maupun kelompok.
d.      Conceptual Skills
Kemampuan konseptual merupakan kemampuan untuk mengkoordinasi dan memadukan berbagai kepentingan dan kegiatan didalam organisasi. Manajer harus mempunyai konsep yang jelas, terarah, terukur untuk menjalankan rode organisasi.
2.      Peran Manajerial
Selain menjalankan fungsi manajemen organisasi, seorang manajer juga dituntut untuk menjalankan perannya sebagai pimpinan atau manajer di organisasi yang dipimpinnya. Tugas manajerial seorang pimpinan meliputi perencanaan, perngorganisasian, pengarahan, pengkoordinasi dan pengendali seluruh sumber daya yang ada guna mencapai tujuan. Seorang pimpinan organisasi yang tidak menjalankan fungsi-fungsi manjemen tidak dapat dikatakan sebagai manajer. Sebagai contoh pimpinan yang tidak memiliki perencanaan, maka pimpinan tersebut tidak dapat dikatakan sebagai manajer. Demikian pula pimpinan yang tidak dapat memberikan arahan kepada bawahannya, juga tidak dapat dikatakan sebagai seorang manajer yang baik. Pimpinan yang tidak menjalankan perannya sebagai seorang manajer, maka dia akan menjalankan profesinya dengan tidak efektif dan efisien. Pimpinan demikian akan banyak menghadapi banyak kendala, sehingga menjadi tidak efektif dalam melaksanakan pekerjaannya.
Menurut Mintzberg peran seorang manager dapat dibagi menjadi 3 peran besar yaitu interpersonal, informational, dan decisional. Interpersonal rules merupakan peran manajerial yang berkaitan dengan pekerjaan yang berhubungan dengan orang lain dan tugas-tugas yang bersifat ceremonial dan simbolik. Informational rules merupakan peran manajerial yang berkaitan dengan menerima, menyimpan dan menyebarluaskan informasi. Sedangkan Decisional rules merupakan peran manajerial yang berkaitan dengan penentuan berbagai pilihan.
Manajer mempunyai tiga peran dalam hubungannya dengan sesama anggota organisasi yang biasa disebut peran interpersonal manajer yaitu :
a.       Peran figur
b.      Peran pemimpin
c.       Peran penghubung
Manajer mempunyai tiga peran dalam hubungannya dengan bidang informasi yang biasa disebut peran informasional manajer yaitu :
a.       Pemonitor
b.      Deseminasi
c.       Juru bicara

Peran  manajer lainnya adalah pengambilan keputusan. Manajer mempunyai minimal empat peran yang berkaitan dengan pengambilan keputusan yaitu :
a.       Kewirausahaan
b.      Penyelesai Masalah
c.       Pembagi Sumber Daya
d.      Negosiator
3.      Manajer yang Sukses
Manajer yang sukses tidaklah diperoleh secara instant dan hanya mengandalkan teoritis semata, melainkan perlu upaya-upaya khusus. Tidak ada rumus yang pasti atau rumus praktis untuk menjadi seorang manajer yang sukses. Manajer yang profesional dan sukses tidak lepas dari beberapa hal berikut ini :
a.       Mempunyai pendidikan yang baik (formal atau non formal)
b.      Mempunyai pengalaman
c.       Memiliki visi dan misi
d.      Memiliki etika profesi
e.       Mempunyai dimensi internasional
f.       Mempunyai kemampuan softskill yang baik
g.      Memiliki motivasi


BAB III
PENUTUP


A.    Kesimpulan
1.      Manajemen
Manajemen adalah suatu keadaan terdiri dari proses yang ditunjukkan oleh garis yang mengarah kepada proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian, yang mana keempat proses tersebut saling mempunyai fungsi masing-masing untuk mencapai suatu tujuan organisasi.
2.      Industri
Industri adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan.
3.      Manajemen Industri
Manajemen industri adalah bidang keahlian yang memanfaatkan pendekatan teknik industri untuk penciptaan dan peningkatan nilai sistem usaha melalui fungsi dan proses manajemen dengan bertumpu pada keunggulan sumber daya insani dalam menghadapi lingkungan usaha yang dinamis.
B.     Saran
Manajemen merupakan ilmu yang sangat penting di segala bidang sehingga ilmu ini sangat penting untuk dipelajari.


DAFTAR PUSTAKA
Asas-asas Manajemen, George R. Terry, terj. Dr. Winardi, SE, Alumni, Bandung : 2010.
Manajemen integrative, Bennet Silalahi, Prof. Dr., LPMI, Jakarta : 2001
http://bps.com/manajemen-industri; diakses 20 desember 2011.







1 komentar: