Daftar Blog Saya

Daftar Blog Saya

Daftar Blog Saya

Senin, 26 Mei 2014

Defenisi,Tujuan,Pentingnya Bahan Ajar


PEMBAHASAN
A.    Pengertian Bahan Ajar
Bahan Ajar atau learning material, merupakan materi ajar yang dikemas sebagai bahan untuk disajikan dalam proses pembelajaran. Bahan pembelajaran dalam penyajiannya berupa deskripsi yakni berisi tentang fakta-fakta dan prinsip-prinsip, norma yakni berkaitan dengan aturan, nilai dan sikap, serta seperangkat tindakan/keterampilan motorik. Dengan demikian, bahan pembelajaran pada dasarnya berisi tentang pengetahuan, nilai, sikap, tindakan dan keterampilan yang berisi pesan, informasi, dan ilustrasi berupa fakta, konsep, prinsip, dan proses yang terkait dengan pokok bahasan tertentu yang diarahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Dilihat dari aspek fungsi, bahan pembelajaran dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu sebagai sumber belajar yang dimanfaatkan secara langsung dan sebagai sumber belajar yang dimanfaatkan secara tidak langsung. Sebagai sumber belajar yang dimanfaatkan langsung, bahan pembelajaran merupakan bahan ajar utama yang menjadi rujukan wajib dalam pembelajaran. Contohnya adalah buku teks, modul, handout, dan bahan-bahan panduan utama lainnya. Bahan pembelajaran dikembangkan mengacu pada kurikulum yang berlaku, khususnya yang terkait dengan tujuan dan materi kurikulum seperti kompetensi, standar materi dan indikator pencapaian.
Sebagai sumber belajar yang dimanfaatkan secara tidak langsung, bahan pembelajaran merupakan bahan penunjang yang berfungsi sebagai pelengkap. Contohnya adalah buku bacaan, majalah, program video, leaflet, poster, dan komik pengajaran. Bahan pembelajaran ini pada umumnya disusun di luar lingkup materi kurikulum, tetapi memiliki keterkaitan yang erat dengan tujuan utamanya yaitu memberikan pendalaman dan pengayaan bagi siswa.

B.     Fungsi bahan Ajar
Pembuatan bahan ajar yang menarik dan inovatif adalah hal yang sangat penting dan merupakan tuntunan bagi setiap pendidik. Bahan ajar mempunyai kontribusi yang besar bagi keberhasilan proses pembelajaran yang kita laksanakan.
Kembali kepada persoalan utama, tentang pentingnya pembuatan bahan ajar, maka ada dua klasifikasi utama fungsi bahan ajar sebagaimana di uraikan sebagai berikut:
1.      Fungsi bahan ajar menurut pihak yang memanfaatkan bahan ajar
Berdasarkan pihak-pihak yang menggunakan bahan ajar, fungsi bahan ajar dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu fungsi bagi pendidik dan fungsi bagi peserta didik.
2.      Fungsi bahan ajar bagi pendidik, antara lain:
a.       Menghemat waktu pendidik dalam mengajar
b.      Mengubah peran pendidik dari seorang pengajar menjadi seorang fasilitator
c.       Meningkatkan proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan interaktif
d.      Sebagai pedoman bagi pendidik yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran dan merupakan subtansi kompetensi yang semestinya diajarkan kepada peserta didik
e.       Sebagai alat evaluasi pencapaian atau penguasaan hasil pembelajaran
3.      Fungsi bahan ajar bagi peserta didik, antara lain:
a.       Peserta didik dapat belajar tanpa harus ada pendidik atau teman peserta didik yang lain
b.      Peserta didik dapat belajar kapan saja dan dimana saja
c.       Peserta didik dapt belajar sesuai kecepatannya masing-masing
d.      Peserta didik dapat belajar menurut urutan yang dipilihnya sendiri
e.       Membantupotensi peserta didik untuk menjadi pelajar /mahasiswa yang mandiri
f.       Sebagai pedoman bagi peserta didik yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran dan merupakan subtansi kompetensi yang seharusnya dipelajari dan dikuasainya
4.      Fungsi bahan ajar menurut strategi pembelajaran yang digunakan
Berdasarkan strategi pembelajaran yang digunakan fungsi bahan ajara dapat dibedakan menjadi tiga macam antara lain:
1)        Fungsi bahan ajar dalam pembelajaran klasikal
a.       Sebagai satu-satunya sumber informasi serta pengawas dan pengendali proses pembelajaran (dalam hal ini peserata didik bersifat pasif dan belajar sesuai kecepatan pendidik dalam mengajar)
b.      Sebagai bahan pendukung proses pembelajaran yang diselenggarakan
2)      Fungsi bahan ajar dalam pembelajaran individual
a.       Sebagai media utama dalam proses pembelajaran
b.      Sebagai alat yang digunakan untuk menyusun dan mengawasi proses peserta didik dalam memperoleh informasi
c.       Sebagai penunjang media pembelajaran individual lainnya
3)      Fungsi bahan ajar dalam pembelajaran kelompok
a.       Sebagai bahan yang terintegrasi dengan proses belajar kelompok, dengan cara memberikan informasi tentang latar belakang materi, informasi tentang peran orang-orang yang terlibat dalam belajar kelompok, serta petunjuk tentang proses pembelajaran kelompoknya sendiri
b.      Sebagai bahan pendukung bahan belajar utama, apabila dirancang sedemikian rupa maka dapat meningkatkan motivasi belajar siswa
C.    Jenis dan Teknik Penyusunan Bahan Ajar
1.      Jenis Bahan Ajar
a)      Bahan Ajar pandang (visual) terdiri atas bahan cetak (printed) seperti antara lain handout, buku, modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet, wallchart, foto/gambar, dan non cetak (non printed), seperti model/maket.
b)      Bahan Ajar dengar (audio) seperti kaset, radio, piringan hitam, dan compact disk audio.
c)      Bahan Ajar pandang dengar (audio visual) seperti video compact disk, film.
d)     Bahan Ajar multimedia interaktif (interactive teaching material) seperti CAI (Computer Assisted Instruction), compact disk (CD) multimedia pembelajaran interaktif, dan bahan ajar berbasis web (web based learning materials).
2.      Teknik Penyusunan Bahan Ajar
a)      Analisis Kebutuhan Bahan Ajar
b)      Analisis SK-KD-Indikator
c)      Analisis Sumber Belajar
d)     Pemilihan dan Penentuan Bahan Ajar

D.    Tujuan Bahan Ajar
Bahan ajar merupakan bagian penting dalam pelaksanaan pendidikan. Melalui bahan ajar guru atau  dosen akan lebih mudah dalam melaksanakan pembelajaran dan mahasiswa akan lebih terbantu dan mudah dalam belajar. Bahan ajar dapat dibuat dalam berbagai bentuk sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik materi ajar yang akan disajikan.  Bahan ajar disusun  dengan tujuan menyediakan bahan ajar yang sesuai kebutuhan pembelajar, yakni bahan ajar yang sesuai dengan karakteristik dan  setting  atau lingkungan sosial siswa/ mahasiswa, membantu  pembelajar  dalam memperoleh alternatif bahan ajar di samping buku-buku teks yang terkadang sulit diperoleh, memudahkan guru atau dosen dalam melaksanakan pembelajaran.
 Ada sejumlah manfaat yang dapat diperoleh apabila seorang guru atau dosen mengembangkan bahan ajar sendiri, yakni antara lain;  pertama, diperoleh bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan belajar siswa atau mahasiswa,  kedua, tidak lagi tergantung kepada buku teks yang terkadang sulit untuk diperoleh, ketiga, bahan ajar menjadi labih kaya karena dikembangkan dengan menggunakan berbagai referensi, keempat, menambah khasanah pengetahuan dan pengalaman guru atau dosen dalam menulis bahan ajar, kelima, bahan ajar akan mampu membangun komunikasi pembelajaran yang efektif antara guru/dosen dengan siswa/mahasiswa karena siswa akan merasa lebih percaya kepada guru atau dosennya.
Dengan tersedianya bahan ajar yang bervariasi, maka  pembelajar  akan mendapatkan manfaat yaitu, kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik. pembelajar  akan lebih banyak mendapatkan kesempatan untuk belajar secara mandiri dan mengurangi ketergantungan terhadap kehadiran guru atau dosen.
Menurut Abdul Majid, Bahan Ajar disusun dengan tujuan, sebagai berikut:
·         Membantu siswa dalam mempelajari sesuatu
·         Menyediakan berbagai jenis pilihan bahan ajar
·         Memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran
·         Agar kegiatan pembelajaran menjadi menarik.

E.     Peranan Bahan Ajar dalam Pembelajaran
Bahan ajar sangat penting artinya bagi guru maupun siswa dalam proses pembelajaran. Tanpa bahan ajar akan sulit bagi guru untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Demikian juga halnya dengan siswa, tanpa bahan ajar akan sulit untuk menyesuaikan diri dalam belajar, apalagi jika gurunya mengajarkan materi dengan cepat dan kurang jelas. Oleh sebab itu, bahan ajar dianggap sebagai bahan yang dapat dimanfaatkan, baik oleh guru maupun siswa, sebagai suatu upaya untuk memperbaiki mutu pembelajaran, diterangkan peranan bahan ajar bagi guru dan siswa.
 

Tabel Peranan Bahan Ajar
No
Peranan Guru
Peranan Bagi Siswa
1
Menghemat waktu guru dalam mengajar
Siswa dapat belajar tanpa harus ada guru atau teman siswa yang lain
2
Mengubah peranan guru dari seorang pengajar menjadi seoarang fasilitator
Siswa dapat belajar kapan saja dan dimana saja yang ia hendaki
3
Meningkatkan proses pembelajaran menjadi efektif dan interaktif
Siswa dapat belajar sesuai dengan kecepatan sendiri
4
-
Siswa dapat belajar menurut urutan yang dipilihnya sendiri
5
-
Membantu potensi siswa untuk menjadi pelajar mandiri
Sedangkan Peranan bahan ajar menurut Iskandar Wassid dan Dadang Sunendar, meliputi:
1)        Mencerminkan suatu sudut pandang yang tajam dan inisiatif mengenai pengajaran serta mendemonstrasikan aplikasinya dalam bahan ajar yang disajikan.
2)        Menyajikan suatu sumber pokok masalah yang kaya, mudah dibaca dan bervariasi, sesuai dengan minat dan kebutuhan para peserta didik.
3)        Menyediakan suatu sumber yang tersusun rapi dan bertahap.
4)        Menyajikan metode-metode dan sarana-sarana pengajaran untuk memotivasi peserta didik.
5)        Menjadi penunjang bagi latihan-latihan dan tugas-tugas praktis.
6)        Menyajikan bahan/ sarana evaluasi dan remidial yang serasi dan tepat guna.


KESIMPULAN
1.    Bahan ajar merupakan seperangkat materi yang disusun secara sistematis sehingga tercipta lingkungan/ suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar  menampilkan sosok utuh dari kompetensi yang akan dikuasai peserta didik serta digunakan dalam proses pembelajaran dengan  tujuan perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran.
2.    Fungsi bahan ajar:
·         Sebagai pedoman bagi guru yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran, sekaligus merupakan substansi kompetensi yang seharusnya diajarkan kepada siswa.
·         Sebagai pedoman bagi siswa yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran, sekaligus merupakan substansi kompetensi yang seharusnya dipelajari atau dikuasainya.
·         Sebagai alat evaluasi pencapaian atau penguasaan hasil pembelajaran .
3.    Peranan/kedudukan  bahan ajar, meliputi:
·           Mencerminkan suatu sudut pandang yang tajam dan inisiatif mengenai pengajaran serta mendemonstrasikan aplikasinya dalam bahan ajar yang disajikan.
·           Menyajikan suatu sumber pokok masalah yang kaya, mudah dibaca dan bervariasi, sesuai dengan minat dan kebutuhan para peserta didik.
·           Menyediakan suatu sumber yang tersusun rapi dan bertahap.
·           Menyajikan metode-metode dan sarana-sarana pengajaran untuk memotivasi peserta didik.
·           Menjadi penunjang bagi latihan-latihan dan tugas-tugas praktis.
·           Menyajikan bahan/ sarana evaluasi dan remidial yang serasi dan tepat guna

Daftar Pustaka

Prastowo, Andi. 2011. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif (menciptakan metode pembelajaaran yang menarik dan menyenangkan). Yogyakarta: Diva Press.
Muhaimin, 2009. Modul Wawasan Pengembangan Bahan Ajar bab V Malang: LKP2-I
Depdiknas, Panduan Pemgembangan Bahan Ajar, 2008, tersedia  di http://smpn1pasarkemis.files.wordpress.com diakses pada tanggal 21 Maret 2013),
Depdiknas, Pengembangan Bahan Ajar, 2009, tersedia di http://www.scribd.com/doc diakses pada tanggal 24 Maret 2013.

1 komentar: