Daftar Blog Saya

Daftar Blog Saya

Daftar Blog Saya

Senin, 26 Mei 2014

KONSEP DASAR EVALUASI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
      Davies mengemukakan bahwa evaluasi merupakan proses sederhana memberikan/ menetapkan nilai kepada sejulah tujuan, kegiatan, keputusan, unjuk-kerja, proses, orang, obyek, dan masih banyak yang lain ( Davies, 1981 : 3 ). Sedangkan Wand dan Brown mengemukakan: Evaluasi merupakan suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu ( dalam nurkanca, 1986 : 1 ). Pengertian evaluasi lebih dipertegas lagi dengan batasansebagai proses memberikan atau menentukan nilai kepada obyek tertent berdasarkan suatu criteria tertentu ( Nana Sudjana, 1990:3 ).Dengan berdasarkan batasan-batasan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa evaluasi secara umum dapat diartikan sebagai proses sistematis untuk menentukan nilai sesuatu ( tujuan, kegiatan, keputusan, unjuk-kerja, proses, orang, obyek dan lainya ) berdasarkan criteria tertentumelalui penilaian. Untuk menentukan penilaian sesuatu dengan cara membandingkan dengan criteria, evaluator dapat langsung memnamdingkan dengan criteria namun dapat pula melakukan membandingkan dengan criteria namun dapat pula melakukan pengukuran terhadap sesuatu yang di evaluasi kemudian baru membandingkannya dengan criteria.
B.     Rumusan Masalah
      Dari latar belakang diatas maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut
1.      Apa sebenarnya Pengertian Evaluasi, Kedudukan, dan Syarat-Syarat Umum Evaluasi?
2.      Apa Fungsi dan Tujuan Evaluasi Hasil Belajar?
C.     Tujuan
      Tujuan penulisan makalah ini adalah :
1.      Untuk mengetahui Pengertian Evaluasi, Kedudukan, dan Syarat-Syarat Umum Evaluasi
2.      Untuk mengetahui Fungsi dan Tujuan Evaluasi
BAB II
PEMBAHASAN

A.  Pengertian Evaluasi, Kedudukan, dan Syarat-Syarat Umum Evaluasi
a.       Secara harfiah kata evaluasi berasal dari bahasa inggris evaluation: dalam bahasa arab : al-Taqdir, dalam bahasa Indonesia berarti :penilaian.Akar kata evaluasi adalah value yang dalam bahasa Indonesia berarti nilai jadi secara harfiah evaluasi berarti sesuatu kegiatan penilaian mengenai suatu kegiatan.
     Pengertian Belajar dan Pembelajaran menurut Ahli:
·         Davies (Belajar dan Pembelajaran,1981:3,) mendefinisikan bahwa evaluasi adalah proses sederhana memberikan atau menetapkan nilai kepada sejumlah tujuan, kegiatan, keputusan, unjuk kerja, proses, orang, objek, dan masih banyak lagi yang lain.
·         Wond dan Brown (Nurkancana, 1986:1, Belajar dan Pembelajaran) menyatakan bahwa evaluasi merupakan proses menetapkan nilai dari sesuatu.
·         NanaSudjana (Belajar dan Pembelajaran,1990:3) menyatakan bahwa evaluasi merupakan proses memberikan atau menetapkan nilai kepada objek tertentu berdasarkan suatu kriteria tertentu.

b.      Kedudukan Evaluasi dalam Proses Pendidikan
            Proses pendidikan merupakan proses pemanusiaan manusia, dimana di        dalamnua terjadi proses membudayakan dan memberadapkan manusia. Agar             terbentuk manusia yang berbudaya dan beradab, maka diperlukan       transformasi kebudayaan dan peradaban.
Masukan dalam proses pendidikan adalah siswa dengan segala karakteristik dan keunkannya. Untuk memastikan karakteristik dan keunikan siswa yang akan masuk dalam transformasi, diperlukan evaluasi terhadap masukakan. Tranformasi dalam proses pendidikan adalah proses untuk membudayakan dan memberadabkan siswa. Keberhasilan transformasi untuk menghasilkan keluaran seperti yang duharapakan dipengaruhi dan atau ditentukan oleh bekerjabya komponen/usur yang ada didalam lembaga pendidikan.
 Unsusr-unsur trasformasi dalam proses pendidikan meliputi :
    1. pendidikan dan personal lainya
    2. isi pendidikan
    3. teknik
    4. system evaluasi
    5. sarana pendidikan
    6. system administrasi
untuk mengetahui efesiensi dan efektivitas transformasi dalam proses pendidikan perlu dilaksanakan evaluasi terhadap bekerjanya unsure-unsur transformasi. Keluaran dalam proses pendidikan adalah siswayang semakin berbudaya dan beradap sesuai dengan tujuan yang ditatapkan. Umpan balik dalam proses pendidikan adalah segala informasi yang berhasil diperoleh selama proses pendidikan yang digunakan sebagai badan pertimbangan untuk perbaikan masukan dan transformasi yang ada dalam proses. Adanya umpan balik yang akurat sebagai hasil evaluasi yang akurat pula, akan memudahkan kegiatan perbaikan proses pendidikan.

Apabila kita perhatikan uraian sebelumnya, kita melihat bahwa setiap unsure yang ada pada proses transformasi pendidikan membutuhkan kegiatan evaluasi. Dengan demikian jelaslah bahwa kedudukan evaluasi dalam proses pendidikan bersifat integrative. Artinya setiap ada proses pendidikan pasti ada evaluasi mulai sejak siswa akan memasuki proses pendidikan, selama proses pendidikan, dan berfikir pada satu tahap proses pendidikan.

Tujuan Evaluasi dalam Proses Pendidikan
            Dari uraian subbab sebelumnya, tentunya kita mendapatkan gambaran mengenai tujuan evaluasi dalam  pendidikan. Jadi  tujuan utama  melakukan evaluasi dalam pendidikan adalah untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai pencapaian tujuan instruksional oleh siswa, sehingga dapat diupayakan tindak lanjutnya yang merupakan fungsi dari evaluasi.

Fungsi evaluasi dalam pendidikan.
            Dengan mengetahui manfaat evaluasi ditinjau dari berbagai segi dalam sistem pendidikan, maka dengan cara lain dapat dikatakan bahwa fungsi evaluasi ada beberapa hal :
·         Evaluasi berfungsi selektif
Dengan mengadakan evaluasi guru dapat mengadakan seleksi pada siswanya dengan tujuan memilih siswa yang dapat diterima disekolah tertentu, untuk memilih siswa yang dapat naik ke kelas, untuk memilih siswa yang seharusnya mendapat beasiswa, atau untuk memilih siswa yang sudah berhak lulus.
·         Evaluasi berfungsi diagnostik.
Apabila alat yang digunkan dalam evaluasi cukup memenuhi persyaratan, maka dengan melihat hasilnya, guru akan dapat mengetahui kelemahan siswa, dan sebab-sebab kelemahan siswa.
·         Evaluasi berfungsi sebagai penempatan.
Untuk dapat menetukan dengan pasti dikelompok mana seorang siswa harus ditempatkan maka digunkanlah suatu kegiatan evaluasi.Sekelompok siswa yang mempunyai hasil evaluasi yang sama, akan berada dalam kelompok yang sama dalam belajar.
·         Evaluasi berfungsi sebgai pengukuran keberhasilan.
Fungsi ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana suatu program berhasil diterapkan.Keberahasilan program ditentukan oleh bebrapa factor yaitu factor guru, metode mengajar, kurikulum, sarana, dan system kurikulum.

c.       Syarat-syarat Umum Evaluasi
1.      Kesahihan
     Kesalihan mengantikan kata validittttas ( validity) yang dapat diartikan sebagai ketepatan evaluasi mengevaluasi apa yang seharusnya dievaluasi. Kesahihan dapat diterjemahkan  pula sebagai kelayakan interprestasi terhadap hasil dari suatau instrument evaluais atau tes, dan tidak terhadap instrument itu sendiri ( Gronlund, 1985:57). Dengan demikian, akan kurang tepat bila mengatakan” kesahihan evaluasi” lebih tepat mengatakan “ kesahihan interpretasi yang dibuat dari hasil evaluasi”. Kesahihan juga dapat dikatakan lebih menekankan pada hasil/perolehan evaluasi, bukan pada kegiatan evaluasinya. Dengan kata lain, kesahihan diperuntukkan menjawab pertanyaan” apakah hasil evaluasi sahih ? “
     Kesahihan instrument evaluasi diperoleh melalui hasil pemikiran dan dari hasil  pegalaman. Dari dua cara tersebut diperoleh  empat macam kesahihan yang terjadi dari ;
·         kesahihan isi ( content validasion )
·         kesahihan instruksi ( contruction validity)
·         kesahiha ada sekarang ( concurrent validity )
·         kesahihan prediksi ( prediction validity )

Factor-faktor yang mempengaruhi kesahihan hasil evaluasi meliputi :
·         Faktor instrument evaluasi itu sendiri
·         factor-faktor administrasi evaluasi dan penskoran, juga merupakan factor-faktor yang mempunyai suatu pengaruh yang mengganggu kesahihan interprestasi hasil evaluasi.
·         faktor-faktor dalam respons-respons siswa merupakan factor-faktor yang lebih banyak mempengaruhi kesahihan dari pada factor yang ada dalam instrument evaluasi atau pengadministrsiannya.
     Dari uraian jelaslah bahwa factor-faktor yang mempengaruhi kesahihan adalah factor-faktor dalam instrument evaluasi, factor-faktor dalam pengadministrasian dan penskoran evaluasi, dan factor-faktor dalam respons-respons siswa.
2.      Keterandalan
     Keterandalan dapat diartkan sebagai tingkat kepercayaan keajengan hasil evaluasi yang diperoleh dari suatu instrument evaluasi. Keterandalan berhubungan erat dengan kesahihan, karena keterandalan menyediakan keajengan yang memungkinkan terjadinya kesahihan.
Untuk memperjelas tentang factor-faktor yang mempengaruhi keterandalan akan diuraikan berikut ini :
·         Panjang tes ( length of test ).
Panjang tes berhubungan dengan banyaknya butir tes, pada umumnya lebih banyak butir tes lebih tinggi keterandalan evaluasi.
·         Sebaran skor ( spread of scores ).
Koefisien keterandalan secara langsung dipengaruhi oleh sebaran skor dalam kelompok tercoba. Dengan kata lain, besaran skor akan membuat perkiraan keterandalan yang lebih tinggi akan terjadi menjadi kenyataan.
·         Tingkat kesulitan tes ( difficulty of tes )
Tes acuan normal ( norm referenced test ) yang paling mudah atau paling sukar untuk anggota-anggota kelompok yang mengerjakan, cenderung menghasilkan skor keterandalan yang rendah.
·         Objektivitas ( objectivity )
Objektivitas suatu tes menunjuk kepada tingkat skor kemampuan yang sama ( yang dimiliki oleh siswa satu dengan yang lain ) memperoleh hasil yang sama dalam mengerjakan tes. Dengan kata lain, apabila ada siswayang memiliki tingkat kemapuan yang sama dengan tingakat kemampuan siswa yang lain maka dapat dipastikan akan memperoleh hasil tes yang tidak dipengaruhi oleh prosedur penskoran.
3.      Kepraktisan
Fator-faktor yang mempengaruhi kepraktisan instrument evaluasi meliputi:
·         Kemudahan mengadministrasi
·         Waktu yang disediakan untuk melancarkan evaluasi
·         Kemudahan menskor
·         Kemudahan  interprestasi dan aplikasi
·         Tersedianya bentuk instrument evaluasi yang ekuivalen atau sebanding







B.     EVALUASI HASIL BELAJAR
a.       Fungsi dan Tujuan Evaluasi Hasil Belajar
Hasil dari kegiatan evalauasi belajar pada akhirnya difungsikan dan ditunjukan untuk keperluan berikut ini :
1.      Untuk diagnostic dan perkembangan.
     Yang dimaksud dengan hasil dari kegiatan evaluasi untuk diagnostic dan perkembangan adalah penggunaan hasil dari kegiatan evaluais hasil belajar sebagai dasar pendiagnosisan kelemahan dan keunggulan siswa beserta sebab-sebabnya berdasarkan pendiagnosisan inilah guru mengadakan pengembangan kegiatan pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
2.      Untuk seleksi
     Hasil dari kegiatan evaluasi belajar sering kali digunakan sebagai dasar menentukan siswa-siswi yang paling cocok untuk jenis jabatan atau jenis pendidikan tertentu. Dengan demikian hasil dari evaluais belajar digunakan untuk seleksi.
3.      Untuk kenaikan kelas
     Menentukan apakah seorang siswa dapat dinaikkan ke kelas yang lebih tinggi  atau tidak, memerlukan informasi yang dapat mendukung keputusan yang dibuat guru.
4.      Untuk penempatan
     Agar siswa dapat berkembang sesuai dengan tingkat kemampuan dan potensi yang mereka memiliki, maka perlu dipikirkan ketepatan penempatan siswa pada kelompok yang sesuai.

b.      Sasaran Evaluasi Hasil Belajar
                        Sebagai kegiatan yang berupaya untuk mengetahui tingkat keberhasilan sisiwa dalam mencapai tjuan yang ditetapkan, maka evaluasi hasil belajar memiliki sasaran berupa ranah-ranah yang terkandung didalamnya tujuan.
                        Mengingat ranah-ranah yang terkandung dalam suatu tujuan pendidikan merupakan sasaran evaluai hasil belajar, maka kita prlu mengenalnya secara lebih terinci. Pengenalan terhadap ranah-ranah tujuan pendiikan akan sangat membantu pada saat memilih dan menyusun instrument evaluasi hasil belajar. Penjelasan dari tiap-tiap ranah tujuan pendidikan dapat diuraikan seperti berikut :
1.      Pengetahuan, merupakan tingkat terendah tujuan ranah kognitif berupa pengenalan dan pengingatan kembali terhapap pengetahuan tentang fakta, istilah, dan prinsip-prinsip dalam bentuk seperti mempelajari.
2.      Pemahaman, merupakn tingkat berikutnya dari tujuan ranah kognitif berupa kemampuan memahami tentang isi pelajaran yang dipelajari tanpa perlu menghubungkannya dengan isi pelajaran lainnya.
3.      penggunaan/penerapan, merupakan kemampuan mengunakan generalisasi atau abstraksi lainya yang sesuai dalam situasi kongkret.
4.      Analisis, merupakan kemampuan menjabarkan isi pelajaran kebagian-bagian yang menjadi unsure pokok.
5.      Sintesis, merupakan kemampuan mengabungkan unsure-unsur pokok kedalam struktur yang baru
6.      Evaluasi, merupakan kemampuan menilai isi pelajaran untuk suatu maksud atau tujuan tertentu
Tujuan ranah afektif  berhubungan denan hierarkie perhatian sikap, penghargaan, nilai, persaan, dan emosi. Kratwohl, bloom, dan masia mengemukakan taksionomi tujuan ranah afektif sebagai berikut :
1.      Menerima, merupakan tinkat terendah tujuan ranah afektif berupa pengertian terhadap stimulus secara pasif yang meningkat secara lebih aktif.
2.      Merespon, merupakan kesempatan untuk menanggapai stimulus dan merasa terikat secara aktif memperhatikan.
3.      menilai, merupakan kemampuan menilai gejala aau kegiatan sehingga dengan sngaja merespon lebih lanjut untuk mencari jalan bagaimana dapat mengambil bagian atas apa yang terjadi.
4.      Mengorganisasi, merupakan kemampuan untuk membentuk suatu sistem nilai bagi dirinya berdasarkan nilai-nilai yang dipercaya
5.      Karakteristik, merupakan kemampuan untuk mengkonseptualisasikan masin-masing nilai pada waktu merespon, dengan jalan mengidentifikasi karakteristik nilai atau membuat pertimbangan –pertimbangan

Tujuan ranah psikomotorik berhubungan dengan keterampilan motorik, manipulasi enda atau kegiatan koordinasi saraf dan koordinasi badan. Kibler, Barket, an milers mengemukakan taksonomi ranah tujuan psikomotorik sebagai berikut :
1.      Gerakan tubuh mencolok
2.      ketepatan gerakan yang dikoordinasikan
3.      Perangkat komunikasi non verbal
4.      Kemampuan berbicara

c.       Prosedur Evaluasi Hasil Belajar
                        Berdasarkan pengertian evaluasi hasil belajar kita mendapatkan bahwa evaluasi hasil belajar merupakan suatu proses yang sistematis. Agar proses hasil belajar dapat diadministrasikan atau dilaksanakan oleh seorang penilai, maka ada beberapa tahapan kegiatan yang perlu dilaksanakan oleh seorang penilai.tahapan itu meliputi :
1.      Persiapan
Tahap persiapan ini terdapat 3 kgiatan yang harus dilakukan evaluator, yaitu :
·         Menetapkan pertimbangan dan keputusan yang dibutukan
·         Mengambarkan informasi yang dibutuhkan
·         Menetapkan informasi yang sudah tersedia
2.      Penyusunan instrument evaluasi
Prosedur yang perlu ditempuh untuk menyusun alat penilaian tes adalah sebagai berikut :
                        Menentukan bentuk tes yang akan disusun, yakni kegiata yang dilaksanakan evaluator untuk memilih dan menentukan bentuk tes yang akan disusun dan dignakan sesuai kebutuhan. Bentuk tes ada 2 yakn tes objektif dan tes esai.
                        Tes objektif  adalah tes yang terdiri dari butir-butir soal yang dapat dijawab dengan memilih salah satu alternative yang benar dari sejumlah alternative yang tersedia. Bentuk tes objektif terdiri dari :
·         Tes benar-salah
·         Tes pilihan ganda
·         Tes menjodohkan
·         Tes melengkapi
                        Tes subjektif/esai merupakan bentuk tes yang terdiri dari suatu pertanyaan atau perintah yang emerlukan jawaban bersifat pembahasan atau uraian kata-kata yang relative panjang.
                        Menulis buir soal, yakni kegiatan yang dilaksanakan evaluator etelah mebuat kisi-kisi soal. Hal yang perlu diperhatikan evaluator dalam menulis soal :
·         Bahasa yang digunakan sederhana dan mudah dipahami
·         Tidak mengandung penafsiran ganda atau membingungkan
·         Petunjuk pengerjaan butir soal perlu diberikan untuk setiap bentuk soal
·         Berdasarkan kaidah bahasa Indonesia dalam penulsan soal tes hasil belajar
                        Menata soal, yakni kegiatan terakhir dari penyusunan alat penilai tes yang harus dilaksanakan oleh evaluator berupaya pengelompokan butir-butir soal bedasarkan bentuk soal dan sekaligus melengkapi petunjuk pengerjaannya.
3.      Pelaksanaan pengukuran
Adapun prosedur pelaksanaan pengukuran adalah sebagai berikut :
·           persiapan tempat pelaksanaan pengukuran
·           melancarkan pengukuran
·           menata dan mengadministrasikan lembar soal dan lembar jawaban siswa untul memudahkan penskoran
4.      Pengelolaan Hasil Penilaiaan
Prosedur pelaksanaan pengelolaan hasil penilaian adalah sebagai berikut :
·           Menskor
·           Mengubah skor mentah menjadi skor standar
·           Mengkonversikan skor standar ke dalam nilai
5.      Penafsiran Hasil Penilaian
Tiga jenis penafsiran penilaian hasil belajar yang bersifat individual :
·         Penafsiran tentang tingkat kesiapan
·         Penafsiran tentang kelemahan individual
·         Penafsiran tentang kemajuan belajar individual
                        Adapun penafsiran yang bersifat klasikal terdiri dari :
·         penafsiran tentang kelemahan-kelemahan kelas
·         penafsiran tentang prestasi kelas
·         penafsiran tentang perbandingan antar kelas
·         penafsiran tentang susnan kelas
6.      Pelaporan dan Penggunaan Hasiil Evaluasi
Prinsip-prinsip yang hendaknya dipatuhi dalam pembuatan laporan adalah :
·         memuat informasi lengkap dari yang bersifat umum hingga yang bersifat factual
·         mudah dipahami maknanya dan tidak memberi kesan yang terlalu bevariasi
·         mudah dibuat
·         dapat dipakai oleh yang bersangkutan

                        Sehubungan dengan penggunaan hasil evaluasi julian C. Stanley berpedapat bahwa : “ just what is to be done, of course depends on the purpose of the program”. Jelasah bagi kita bahwa penggunaan hasil evaluasi ergantung pada tujuan yang yang  telah dirumuskan pada langkah-langkah sebelumnya, Namun demikian, secara umum dapat kita dapat memadai bahawa penggunaan hasil evaluasi meliputi :
·         untuk menentukan kenaikan kelas
·         untuk mengadakan diagnogsis dan remedial bagi siswa yang membutuhkan
·         untuk menentukan perlu tidaknya suatu penyajian isi pelajaran
·         untuk menentukan pengelompokan dan penetapan para siswa
·         untuk membangkitkan motif dan motivasi belajar siswa
·         untuk membuat laporan.

BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
     evaluasi merupakan peoses sederhana memberikan/ menetapkan nilai kepada sejulah tujuan, kegiatan, keputusan, unjuk-kerja, proses, orang, obyek, dan masih banyak yang lain ( Davies, 1981 : 3 )
     Proses pendidikan merupakan proses pemanusiaan manusia, dimana di dalamnya terjadi proses membudayakan dan memberadapkan manusia. Agar terbentuk manusia yang berbudaya dan beradab, maka diperlukan transformasi kebudayaan dan peradaban.
     Kesahihan instrument evaluasi diperoleh melalui hasil pemikiran dan dari hasil  pegalaman. Dari dua cara tersebut diperoleh  empat macam kesahihan yang terjadi dari ;
·         kesahihan isi ( content validasion )
·         kesahihan instruksi ( contruction validity)
·         kesahiha ada sekarang ( concurrent validity )
·         kesahihan prediksi ( prediction validity )
      Agar evaluasi yang dilakukan dapat memberikan manfaat sebagaimana diharapakan, maka harus dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip yang tepat.Arikunto, mengemukakan bahwa ada satu prinsip umum dan penting dalam kegiatan evaluasi, yaitu adanya triangulasi atau hubungan erat tuga komponen, yaitu antara:
·         Tujuan.
·         Kegiatan belajar mengajar KBM.
·         Evaluasi.


Evaluasi hasil belajar memeiliki sasaran berupa ranah-ranah yang terkandung dalam tujuan. Ranah tujuan pendidikan berdasarakan hasil belajar siswa secara umum dapat diklasifikasikan menjadi tiga, yakni ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotorik.

B.     SARAN
·         Hendaknya seorang tenaga pengajar dapat mengaplikasikan evaluasi terhadap kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di suatu lembaga pendidikan karena dengan adanya evaluasi ini akan dapat menunjang kualitas dan mutu pendidikan kita.
·         Sebagaimana evaluasi hasil belajar dan pembelajaran yang telah diuraikan diatas sangatlah penting karena dengan adanya hal tersebut  kita dapat belajar bagaimana cara mengevalausi dari kegiatan belajar mengajar  apakah sudah dapat mencapai tujuan yang diinginkan.

DAFTAR PUSTAKA

http://akinma.blogspot.com/2012/11/konsep-dasar-evaluasi-belajar-dan.html
http://devitasary.blogspot.com/2011/11/konsep-dasar-evaluasi-belajar-dan.html
http://umirazanah.blogspot.com/2012/01/konsep-dasar-evaluasi-belajar-dan.html
Dimyati, Dr. Mudjiono, Drs. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT. RINEKA
Arifin, Zaenal. 2010. Evaluasi Pembelajaran. PT Remaja Rosdakarya : Bandung.
Aunurrahman. 2010. Belajar dan Pembelajaran.CV Alfabeta : Bandung.
Dimyati & Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. PT Rineka Cipta : Jakarta.
Hamalik, Oemar. 2008. Kurikulum dan Pembelajaran. PT Bumi Aksara : Jakarta.
Kunandar. 2010. Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan           Pendidikan (KTSP) dan Sukses dalam Sertifikasi Guru. PT RajaGravindo      Persada : Jakarta.
Sudijono, Anas. 2011. Pengantar Evaluasi Pendidikan. PT RajaGravindo Persada :           Jakarta.






0 komentar:

Posting Komentar